1. Prototipe
Prototipe merupakan penafsiran produk yang dapat
diklasifikasikan melalui dua dimensi yaitu dimensi yang pertama adalah tingkat
dimana sebuah prototipe merupakan bentuk fisik sebagai lawan dari analitik.
Prototipe fisik merupakan benda nyata
yang dibuat untuk memperkirakan produk. Aspek yang diminati tim pengembang
secara nyata dibuat jadi suatu benda untuk pengujian dan percobaan. Dimensi
kedua adalah tingkatan dimana sebuah prototipe merupakan prototipe yang
menyeluruh sebagai lawan yang terfokus. Prototipe yang menyeluruh
mengimplementasikan yang sebagian besar atau semua atribut dari produk. Prototipe
menyeluruh merupakan prototipe yang diberikan kepada pelanggan untuk
mengidentifikasi kekurangan dari desain sebelum memutuskan diproduksi.
2. Kegunaan
Prototipe
Dalam proyek pengembangan produk, prototipe digunakan
untuk empat tujuan yaitu: pembelajaran, komunikasi, penggabungan, dan tonggak.
3. Komunikasi
Prototipe memperkaya komunikasi dengan manajemen puncak,
penjual, mitra, keseluruhan anggota tim, pelanggan dan investor. Hal ini benar
karena sebuah gambar, alat tampil tiga dimensi dari produk lebih mudah
dimengerti dari pada penggambaran verbal, bahkan sebuah sketsa produk
sekalipun.
4. Penggabungan
Prototipe digunakan untuk memastikan bahwa komponen dari
produk bekerja bersamaan seperti yang diharapkan. Prototipe fisik menyeluruh
paling efektif sebagai alat penggabung dalam proyek pengembangan produk karena
prototipe ini membutuhkan perakitan dan keterhubungan fisik dari seluruh bagian
dan sub-assembly yang membentuk sebuah produk.
5. Milestones
Dalam tahap pengembangan produk berikutnya, prototipe
digunakan untuk mendemonstrasikan bahwa produk yang telah mencapai tingkat
kegunaan yang diinginkan. Prototipe milestones menyediakan hasil nyata
memperlihatkan kemajuan dan disiapkan untuk menjalankan jadwaI. Manajemen
senior sering membutuhkan sebuah prototype untuk memperagakan fungsi tertentu
sebelum memperbolehkan proyek tersebut diteruskan.
Teknologi
Pembuatan Prototipe
1. Model Komputer
3D
Pada dekade yang lalu, cara yang dominan dalam
menampilkan rancangan telah berubah secara dramatis dari gambar-gambar,
seringkali dibuat dengan komputer, menjadi model komputer 3D, model ini
menampilkan rancangan sebagai bentuk 3D masing-masing biasanya dibangun dari
bangun geometric dasar seperti silinder, balok, dan lubang
2. Pembuatan
bentuk bebas
Teknologi pembuatan produk bentuk bebas memungkinkan
prototype 3D yang nyata dibuat lebih awal dan lebih murah dibandingkan yang
sebelumnya. Jika digunakan secara tepat, prototype ini dapat mengurangi waktu
pengembangan produkatau memperbaiki produk hasil. Sebagai tambahan, untuk
memungkinkan pembuatan prototype kerja yang cepat, teknologi ini dapat
digunakan untuk mewujudkan konsep yang dapat dikomunikasikan dengan anggota tim
lainnya.
3. Merencanakan
Prototipe
Langkah 1: Menetapkan Tujuan Prototipe
Mengingat kembali empat tujuan prototipe, yaitu:
pembeIajaran. komunikasi, penggabungan, dan milestone. Dalam menetapkan tujuan
sebuah prototipe, tim mendaftar khususnya pembelajaran dan kebutuhan
komunikasi. Anggota juga mendaftar beberapa kebutuhan penggabungan baik yang
jadi atau tidak. Prototipe diharapkan untuk menjadi satu dari beberapa tonggak
utama dari proyek pengembangan produk keseluruhan.
Langkah 2: Menetapkan Tingkat Perkiraan Konsep
Merencanakan sebuah prototipe membutuhkan tingkatan
dimana produk akhir diperkirakan akan ditetapkan. Tim harus mempertimbangkan
apakah prototipe fisik diperlukan atau apakah prototipe analitik yang terbaik
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Dalam banyak kasus, prototipe yang terbaik
adalah prototipe yang paling sederhana yang akan memenuhi tujuan yang
ditetapkan pada langkah 1. Pada beberapa kasus, prototipe yang sudah ada atau
prototipe yang dibuat untuk tujuan lain dapat dipinjam.
Langkah 3: Menggariskan Rencana Percobaan
Dalam banyak kasus, penggunaan prototipe dalam penggunaan
produk dapat dianggap sebagai sebuah percobaan. Praktek percobaan yang baik
membantu untuk menjamin penggalian nilai maksimum dari kegiatan pembuatan
prototipe. Rencana percobaan meliputi identifikasi variabel percobaan (jika
ada), protokol pengujian, sebuah indikasi mengenai pengukuran apa yang akan
ditampilkan, dan sebuah rencana untuk menganalisis data hasil. Saat terdapat
banyak variabel yang harus digali, rancangan percobaan yang efisien akan sangat
membantu proses semacam ini.
Langkah 4: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan
Pengujian
Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan
subproyek dalam keseluruhan proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal
untuk kegiatan membuat prototipe. Tiga tanggal pertemuan sangat penting dalam
menetapkan usaha pembuatan prototipe. Pertama, tim menetapkan kapan
bagian-bagian akan siap untuk dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim
menetapkan tanggal kapan prototipe akan diuji pertama kali (tanggal
"pengujian asap"). Yang ketiga, tim menetapkan tanggal saat prototype
diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.
Langkah 5:
Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan Pengujian
Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan
subproyek dalam keseluruhan proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal
untuk kegiatan membuat prototipe. Tiga tanggal pertemuan sangat penting dalam
menetapkan usaha pembuatan prototipe. Pertama, tim menetapkan kapan
bagian-bagian akan siap untuk dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim
menetapkan tanggal kapan prototipe akan diuji pertama kali (tanggal
"pengujian asap"). Yang ketiga, tim menetapkan tanggal saat prototype
diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.
Prototipe
Rancangan Produk
Direncanakan pada rancangan produk yang berupa alat
puntir benang sutera ini terdapat 12 spindle dengan diameter spindle 24 mm,
jarak antara spindle satu dengan spindle lainnya 112 mm, jarak antara spindle
dengan puli penuntun (guide pulley) 100 mm, jumlah puli penuntun 5 buah dengan
diameter 24 mm, jarak antara puli motor dengan spindle ke-1 480 mm.
Semoga membantu
Terima Kasih